5/5 (2)

Wisata kuliner menikmati ayam panggang gandu, masakan ibu-ibu di Desa Gandu, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Nikmatnya ayam kampung bisa dinikmati di rumah pedesaan yang sejuk dan tenang jauh dari kebisingan. Sentra ayam panggang gandu beralamat di Jl Raya Madiun – Solo, tepatnya jalan raya Maospati-Ngawi. Terdapat petunjuk arah tepat di pertigaan Karangrejo menjadi simbol penanda bagi para penikmat ayam panggang gandu. Jika masih bingung dengan petunjuk yang terlihat, silakan buka google map satau bertanya  kepada warga sekitar. Mereka akan menunjukan arah pada sebuah gang kecil yang berliku yang bernuansa pedesaan. Di gang itulah warung lesehan ayam panggang gandu berlokasi.

Ada beberapa rumah penyedia menu ayam panggang gandu, antara lain, Bu Suryani, Bu Sarmi, Bu Setu,  Bu Sri, dan Mbah Mimin. Ibu-ibu ini bekerja sama berdampingan karena kepercayaan kalau rezeki itu sudah ada yang mengaturnya dan yang jelas mereka sangat ramah melayani para penjaja kuliner.

Meracik bumbu sendiri

Ayam panggang gandu disajikan dengan berbagai macam macam rempah rempah. Ada rasa pedas dan rasa gurih yang mengundang selera makan kita. Ada beberapa perbedaan yang mencolok antara rasa ayam panggang pedas dan ayam panggang gurih yang mungkin sangat anda rasakan. Ayam panggang pedas dilumuri bumbu warna merah atau biasa disebut juga dengan khas bumbu rujak yang sangat digemari oleh para pelanggan. Untuk bumbu ini diracik dari berbagai macam bahan yang antara lain, bawang putih, bawang merah,  tomat, cabai dan kemiri. Ditambahkan pula kacang tanah yang digoreng lalu dihaluskan. Sedangkan ayam panggang gurih merupakan kombinasi dari bawang putih, garam dan kunyit yang sangat nikmat sekali.

Bahan bumbu racikan sangat memengaruhi harumnya kelezatan yang tiada tara. Para ibu ibu langsung terjun ke pasar serta sangat pandai untuk urusan memilih ayam dan dan melakukan tawar menawar harga ayan. Ayam yang dipilih harus ayam kampung asli serta ayam muda supaya dagingnya empuk dan enak di nikmati. Ayam yang akan dipotong juga harus sehat dan tidak boleh dalam keadaan sakit karena akan mengurangi kadar rasa dari ayam panggang tersebut. Untuk proses memanggang, umumnya digunakan tungku berbahan tanah liat dan Api tungku dihasilkan dari pembakaran kayu yang ukuran apinya bisa diperkirakan tidak terlalu panas atau. Nyala api harus stabil untuk menghasilkan tingkat kematangan yang rata pada daging ayam panggang tersebut.

Untuk mendapatkan ayam panggang yang lezat, paling sedikit lima kali supaya air di dalam daging benar-benar kering dan bumbunya bisa meresap ke dalam daging. Panggangan yang paling terakhir baru diberi racikan bumbunya yang di inginkan supaya lezat saat di hidangkan .

Ayam panggang gandu sangat nikmat disantap dengan dipadukan sambal bawang putih dan sambal goreng terasi. Pelengkapnya disajikan aneka sayur mayur segar, seperti timun, tomat iris, kubis, daun selada, dan daun kemangi segar. Disediakan juga urap-urap dan trancam berbahan irisan kubis, toge, dan petai cina dengan dicampur urap yang berbahan dasar parutan kelapa muda yang sudah dibumbui.

Pelas dan bothok masakan khas jawa

Menu spesial pendamping ayam panggang gandu adalah pelas bothok tempe. Pelas tetmasuk dibikin dari kedelai hitam yang di padu dengan parutan kelapa muda dan rasanya agak manis. Sedang bothok dibuat dari parutan kelapa ,irisan tempe dan daun buncis dipadu denga daun bawang merah dan ransanya agak pedas menghasilkan kesegaran citarasa tersendiri yang khas jawa timuran.

Harga ayam panggang bervariasi

Ayam panggang gandu dalam survey tahun 2020 untuk ayam kampung lengkap sama nasi dan lalapan satu ekor dibanrol sampai 100 ribu. Untuk ayamnya saja di banrol 70 ribu sampai 80 ribu per ekor sudah matang. Cukup murah bukan untuk kelas ayam panggang.

Terima kasih sudah meluangkan waktu di sini. Untuk info sew mobil tujuan ke kuliner ayam panggang gandu bisa kontak di https://madiunrent.com

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *